Taubat ialah kembali taat kepada Allah s.w.t dan menyesal dengan bersungguh-sungguh terhadap dosa yang telah dilakukan. Wajibnya melaksanakan taubat dengan segera tidaklah diragukan lagi. Sebab ketika sadar bahwa kemaksiatan itu membinasakan adalah merupakan bagian dari iman yang mendorong untuk melakukan segera. Setiap ilmu yang bertujuan untuk menjadi motivasi dalam perbuatan,belumlah dapat dipertanggungjawabkan selama ilmu itu belum dapat menjadi pendorong perilaku.

Dampak kemaksisatan terhadap iman ibarat dampak makanan berbahaya terhadap tubuh. Makanan itu terus menumpuk dalam tubuh yang mengakibatkan pada keseimbangan. Masa depan seseorang ketika dilanda penyakit ini menjadi lumpuh tidak mempunyai masa depan yang cerah, kecuali masa depan yang sesuai dengan kehendak hawa nafsunya.

  •  Rasulullah bersabda : “Barangsiapa menarik diri dari perbuatan-perbuatan salah karena takut kepada Allah SWT, maka ia adalah taib, yaitu termasuk orang yang bertaubat. Barangsiapa yang kembali kejalan yang benar karena malu kepada pengawasan Allah, maka ia adalah orang yang munib, yaitu orang yang kembali. Dan barang siapa yang kembali ke jalan yang benar karena mengagungkan Allah, maka ia adalah orang yang sungguh-sungguh kembali”.

Pada hakikatnya, taubatjika dilihat dari segi kejiwaan adalah suatu kombinasi darifungsi-fungsi kejiwaan yang terdiri atas kesadaran sepenuhnya tentang jeleknya dosa dan maksiat yang telah diperbuat dengan sepenuh hati yang disertai dengan rasa sedih dan takut kepada Allah, keinginan kuat untuk meninggalkan perbuatan dosa dengan segera, tekat yang kuat untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat lagi. Sehingga seseorang dapat kembali kejalan Allah dengan didasari rasa keimanan yang kuat. Serta akan terjalan hubungan harmonis antar sesame manusia dalamke hidupan sehari-hari.

  • Rasulullahbersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seseorang hamba, selama nyawanya belum sampai di kerongkongan.” (HR. At-Tirmidzi, dan ia menghasankannya).

Karena itu setiap muslim wajib bertaubat kepada Allah dari segala dosa dan maksiat di setiap waktu dan kesempatan sebelum ajal mendadak menjemputnya sehingga ia takl agi memiliki kesempatan, lalu baru menyesal, meratapi atas kelengahannya.

          Adapun jenis-jenis taubat yaitu:

  1.  Taubat jasadiyah, yaitu taubat yang mencakup seluruh anggota badan dari perbuatan dosa dan mengganti dengan perbauatan yang lebih baik serta dapat berdampak kebaikan pula.
  2. Taubat batiniyah, yaitu taubat dari penyakit-penyakit bati natau hati. Misalnya perasaan sombong, iri hati, dengki, buruk sangka dan semacamnya. Taubat sejenis ini akan mempengaruhi terhadap keberadaan mental seseorang.
  3. Taubat nafsu, yaitu taubat dari hal-hal negatif yang timbul karena nafsu yang tidak dapat terkendalikan. Seperti kemarahan, kerasukan dan tamak.
  4. Taubat sirr, yaitu taubat terhadap segala sesuatu yang mungkin tidak disadari oleh manusia. Seperti sikap  lalai, meremehkan ibadah, menganggap remeh terhadap hal-hal yang kecil.

Taubat merupakan suatu kewajiban bagi seorang hamba yang aktif beraktifitas yang tidak akan bisa lepas dari kesalahan. Dosa pun menjadi kebiasaan setiap hari dihasilkan dari berbagai sikap sehari-hari. Sehingga dengan demikian, terutama dalam al-Qur’an banyak ayat yang mengungkapkan pentingnya taubat bagi seorang hamba. untuk tetap selalu dilakukan sebagai media memperbaiki diri. Kembali dari perbuatan yang jelek menuju pada perbuatan-perbuatan yang baik yang diridhai oleh Allah.