“ Bersama Kesulitan Ada Kemudahan”

( Renungan Dhuha )

Ibna ErikeWahai Sahabat … setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan ada petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.

Wahai Sahabat … sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.

Wahai Sahabat … saat kita melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan. Ketika kita melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa, tali itu akan segera putus.

Wahai Sahabat … Allah SWT tidak pernah keliru saat mengujimu, hanya saja kamunya yang suka kehilangan kesabaran saat menerima ujiaan. Padahal kesabaran itu adalah jembatan  menuju kepada kekuatan, sudah diukur oleh-Nya kekuatan hamba-hamba-Nya dan ukuran itu tidak pernah salah sesuai dengan firman-Nya, sesungguhnya Allah tidak akan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Wahai Sahabat … setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna dengan kedamaian.

Wahai Sahabat … renungkanlah kejadian ini :

  • Lautan luas tak kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa a.s). Itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah, Sesungguhnya, Rabb-ku besertaku, kelak Dia akan memberi  petunjuk kepadaku.
  • Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua. Nabi Muhammad s.a.w. yang mas’hum menggambarkan kepada Abu Bakar bahwa Allah Yang Maha Tunggal ada bersama mereka. Itu karena mereka hanya menetap di dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal, mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai kebelakang tabir dan berfikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar rumahnya.
  • Kobaran api tidak mampu membakar tubuh nabi Ibrahim a.s. dan itu karena pertolongan ilahi membuka “ jendela “ seraya berkata : { Wahai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah  bagi Ibrahim } (QS. Al-Anbiya : 69)

Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar .

Hidup dan ujian tidak ubahnya seperti dua sisi mata uang, kedua-duanya saling melengkapi satu sama lain. jangan pernah berharap bahwa hidup tidak akan pernah diuji karena ujian akan selalu ada dalam setiap kehidupan. YAA ARHAMAR ROOHIMIIN jadikanlah setiap “UJIAN” yang datang kepada kami sebagai “ BUTIRAN TASBIH DZIKIR KAMI” kepada-Mu. Daan jadikanlah “COBAAN” yang datang kepada kami sebagai “HAMPARAN SAJADAH SUJUD KAMI” kepada-Mu.

 Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malampun datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu  yang baru setelah semua itu. Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.

Wallahuaklam. Ditulis dan disampaikan kembali oleh IBNA RUSAN AZZAIDA & ERIKE ZIARNI Kelas 9.6 pada kultum jum’at .