Puasa Bulan Muharram

mUHARRAM 1435Bulan muharram merupakan bulan yang penuh keutamaan dan kemuliaan dari empat bulan lainnya, yang memiliki kehormatan di sisi Allah SWT. Sebagaiman sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam  “Sesungguhnya zaman telah berputar kembali seperti bentuknya ketika Allah menciptakan langit-langit dan bumi, satu tahun itu 12 bulan dan di antaranya ada 4 bulan haram (yang memiliki kehormatan), 3 bulan (di antaranya) berturut-turut : Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan bulan Rajabnya Mudhor yang berada antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pada bulan muharram  ini kita disunatkan melaksanakan puasa sunnah. Berikut beberapa keterangan / dalil seputar puasa dibulan muharram..

          1. HaditsRasulullah SAW

            أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

            Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

          1. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha beliau berkata, “Dulu pada hari Asyuro, orang-orang Quraisy berpuasa padanya di masa jahiliyah dan adalah Rasulullah SAW dulu juga berpuasa padanya. Tatkala beliau berhijrah ke Madinah, beliau berpuasa padanya dan memerintahkan (manusia) untuk berpuasa padanya. Dan tatkala (puasa) ramadhan diwajibkan beliaupun meninggalkan (puasa) hari Asyuro. Maka (semenjak itu) siapa saja yang ingin (berpuasa padanya) maka dia berpuasa dan siapa saja yang ingin (untuk tidak berpuasa) maka dia meninggalkannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
          2. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma beliau berkata, “Nabi datang (hijrah) ke Madinah dan beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyuro`, maka beliau bertanya: “Apa ini?”, mereka (orang-orang Yahudi) menjawab: “Ini adalah hari baik, ini adalah hari Allah menyelamatkan Bani Isra`il dari musuh mereka maka Musa berpuasa padanya”, beliau bersabda : “Kalau begitu saya lebih berhak dengan Musa daripada kalian” maka beliaupun berpuasa dan memerintahkan (manusia) untuk berpuasa”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
          3. Hadits Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Adalah Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari ‘Asyuro`, memotivasi dan mengambil perjanjian dari kami di sisi beliau, tatkala telah diwajibkan (puasa) Ramadhan, beliau tidak memerintahkan kami, tidakpula melarang kami dan tidak mengambil perjanjian dari kami di sisi beliau”. (HR. Muslim)
          4. Suatu ketika, di pagi hari Asyura’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
          5. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa puasa dibulan muharram sangat dianjurkan. Tidak ada pengkhususan puasa bulan muharram pada awal bulan / 1 muharram, kecuali pada tanggal 10 Muharaam ( asyura ) dan satu hari sebelumnya ( 9 Muharram ) yang dikenal dengan Puasa Tasu’a.

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau menceritakan:

حِيْنَصَامَرَسُوْلُاللهِصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَوْمَعَاشُوْرَاءَوَأَمَرَبِصِيَامِهِقَالُوْا: يَارَسُوْلَاللهأَنَّهُيَوْمٌتُعَظِّمُهُالْيَهُوْدُوَنَّصَارَىفَقَالَرَسُوْلُاللهُصَلَّىاللهعَلَيْهِوَسَلَّمَفَإِذَاكَانَالْعَامُالْمُقْبِلُاِنْشَاءَاللهُصُمنَاالْيَوْموالتَّاسِعَقَالَ: فَلَمْيَأَتِالْعَامُالْمُقْبِلُحَتَّىتُوُفِّيَرَسُوْلُاللهِصَلَّىاللهعَلَيْهِوَسَلَّمَ

Ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada sahabat yang berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang Yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan.” (HR. Al Bukhari)

Kesimpulan :

        1. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang diharamkan / dimuliakan  Allah SWT, diantara empat bulan lainnya
        2. Berpuasa bulan muharram sangat dianjurkan untuk dilaksanakan khususnya pada tanggal 9 dan 10 Muharram
        3. Berpuasa diawal muharram (  tanggal 1 Muharram ) bukan merupakan pengkhususan untuk berpuasa pada bulan muharram ( wallahu aklam )