Uncategorized


   ”PERBEDAAN  TAHUN BARU MASEHI & HIJRIAH “

1.       Asal Mula

Kalender Hijriah Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.Pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H.

Kalender masehi merupakan salah satu system penanggalan yang dibuat berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (syamsiah solar system) yang penaggalannya dimulai semenjak kelahiran Nabi Isa Almasih as. (sehingga disebut Masehi ;Masihi). Nama lain dari kalender ini adalah kalender Milladiah (kelahiran).Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskkitariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

2.      Penentuan Tanggal

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

3.      Nama Bulan

Nama Bulan pada tahun Masehi

  1. JANUARI. Merupakan bulan pertama dalam tahun Masehi Januarius Mensis (Latin, bulan Januari) dan bulan ini bisa dikatakan berwajah dua. Wajah yang satu menghadap ke tahun sebelumnya dan lainnya ke tahun berjalan.
  2. FEBRUARI. Merupakan bulan kedua dalam tahun Masehi. Berasal dari nama dewa Februus, Dewa Penyucian.
  3. MARET. Merupakan bulan ketiga dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewa Mars, Dewa Perang. Pada mulanya, Maret merupakan bulan pertama dalam kalender Romawi, lalu pada tahun 45 SM Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di depannya sehingga menjadi bulan ketiga.
  4. APRIL. Merupakan bulan keempat dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Aprilis, atau dalam bahasa Latin disebut juga Aperire yang berarti ”membuka”. Diduga kuat sebutan ini berkaitan dengan musim bunga dimana kelopak bunga mulai membuka. Juga diyakini sebagai nama lain dari Dewi Aphrodite atau Apru, Dewi Cinta orang Romawi.
  5. MEI. Merupakan bulan kelima dalam kalender Masehi. Berasal dari nama Dewi Kesuburan Bangsa Romawi, Dewi Maia.
  6. JUNI. Merupakan bulan keenam dari tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Juno.
  7. JULI. Merupakan bulan ketujuh dari tahun Masehi. Di bulan ini Julius Caesar lahir, sebab itu dinamakan sebagai bulan Juli. Sebelumnya bulan Juli disebut sebagai Quintilis, yang berarti bulan kelima dalam bahasa Latin. Hal ini dikarenakan kalender Romawi pada awalnya menempatkan Maret sebagai bulan pertama.
  8. AGUSTUS. Merupakan kedelapan dalam kalender Masehi. Seperti juga nama bulan Juli yang berasal dari nama Julius Caesar, maka bulan Agustus berasal dari nama kaisar Romawi, yaitu Agustus. Pada awalnya, ketika Maret masih menjadi bulan pertama, Maret menjadi bulan keenam dengan sebutan Sextilis.
  9. SEPTEMBER. Merupakan bulan kesembilan dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Septem, yang berarti tujuh. September merupakan bulan ketujuh dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.
  10. OKTOBER. Merupakan bulan kesepuluh dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Octo, yang berarti delapan. Oktober merupakan bulan kedelapan dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.
  11. NOVEMBER. Merupakan bulan kesebelas dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Novem, yang berarti sembilan. November merupakan bulan kesembilan dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.
  12. DESEMBER. Merupakan bulan keduabelas atau bulan terakhir dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Decem, yang berarti sepuluh. Desember merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM. Dibulan inilah diyakini lahirnya Dewa Matahari (25 Dec) yang kemudian diadopsi oleh Kristen menjadi perayaan gereja, yakni Natal Yesus Kristus

Nama Bulan pada tahun Hijriyah

Berbeda dengan Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Umar bin Khatab, yg menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW (ditemani Abu Bakar) dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 – 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman ALLAH SWT:
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah(9):36).
1. Muharram. Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang.
2. Shafar. Artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang.
3. Rabi’ul Awal, artinya masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar).
4. Rabi’ul Akhir, artinya akhir masa menetapnya kaum lelaki.
5. Jumadil Awal, artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim kering.
6. Jumadil Akhir, artinya akhir kekeringan. Dengan demikian, musim kering berakhir.
7. Rajab, artinya mulia. Jaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.
8. Sya’ban, artinya berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah.
9. Ramadhan, artinya sangat panas. Bulan yg memanggang (membakar) dosa, karena di bulan ini kaum Mukmin diharuskan berpuasa/shaum sebulan penuh.
10. Syawwal, artinya kebahagiaan.
11. Zulqaidah, artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.
12. Zulhijjah, artinya yg menuaikan haji.

4.      Nama Hari

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:

Nama hari pada tahun Hijriah:

  1. al-Ahad
  2. al-Itsnayn
  3. ats-Tsalaatsa’
  4. al-Arba’aa / ar-Raabi’
  5. al-Khamsatun
  6. al-Jumu’ah
  7. as-Sabat

Nama hari pada tahun Masehi :

  1. Minggu
  2. Senin
  3. Selasa
  4. Rabu
  5. Kamis
  6. Jum’at
  7. Sabtu5.      Penanggalan penting

Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:

  1. 1 Muharram: Tahun Baru Hijriyah
  2. 10 Muharram: Hari Asyura. Hari ini diperingati bagi kaum Syi’ah untuk memperingati wafatnya Imam Husain bin Ali
  3. 12 Rabiul Awal: Maulud Nabi Muhammad (hari kelahiran Nabi Muhammad)
  4. 27 Rajab: Isra’ Mi’raj
  5. Bulan Ramadan: Satu bulan penuh umat Islam menjalankan Puasa di bulan Ramadan
  6. 17 Ramadan: Nuzulul Qur’an
  7. 10 hari ganjil terakhir di Bulan Ramadan terjadi Lailatul Qadar
  8. 1 Syawal: Hari Raya Idul Fitri
  9. 8 Dzulhijjah: Hari Tarwiyah
  10. 9 Dzulhijjah: Wukuf di Padang Arafah
  11. 10 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha
  12. 11-13 Dzulhijjah:Hari Tasyriq

Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Masehi adalah:

  1. 1 Januari : Tahun Baru Masehi
  2. 22 April : Wafat Isa Almasih
  3. 2 Juni : Kenaikan Isa Almasih
  4. 17 Agustus : Hari Kemerdekaan RI
  5. 25 Desember : Hari Raya Natal

 

Iklan

Bulan Dzulhijah adalah bulan yang penuh dengan kesucian dan kebajikan (hikmah). Didalamnya terdapat beberapa peristiwa penting dan kewajiban utama bagi umat Islam. Diantaranya adalah pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan qurban bagi orang yang beriman dan mampu. Termasuk didalamnya peringatan hari raya Idul Adha. Pada setiap hari raya Idul Adha kita senantiasa dingatkan pada peristiwa besar tentang pengorbanan hamba Allah yaitu Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dimana keduanya telah membuktikan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT di atas segala-galanya. Keduanya dengan lapang dada dan keikhlasan mampu menunaikan perintah Allah SWT, meskipun harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya.

Selain dilakukan dengan keikhlasan dan kelapang hati, menjalankan ibadah kepada Allah hendaknya kita juga lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia tiada terbatas dan dapat tidak dapat di ukur dengan materi. Hanya dengan cara melakasanakan ibadah kepada-Nya, kita dapat membalas karunia / nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Untuk itulah dalam rangka menanamkan sikap rela mau berkorban dalam menjalankan perintah Allah SWT, Alhamdulillah SMPN 14 Depok telah mengadakan kegiatan pemotongan hewan Qurban yang dilaksanakan hari Sabtu, 2 September 2017. Jumlah hewan yang dipotong pada tahun ini sebanyak 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing, yang berasal dari infak siswa dan titipan hewan Qurban guru serta siswa.

Bagi mereka yang telah berinfak, semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal saleh / ibadah, sedangkan bagi mereka yang belum berinfak mudah-mudahan tahun yang akan datang dimudahkan rezekinya. Amin.

Berikut hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan Iedul Qurban di SMPN 14 Depok :

  1. Proposal Kegiatan Iedul Qurban
  2. Foto Kegiatan Iedul Qurban
  3. Laporan Infak Qurban Siswa

ilmu 4Tujuan manusia diciptakan dimuka bumi adalah rangka beribadah kepada Allah SWT. Salah bentuk ibadah Allah adalah menuntut ilmu. Menuntut atau mencari ilmu merupakan salah satu kewajiban hidup manusia. Dengan ilmu, manusia dapat mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini serta dapat mengolah dan memanfaatkan alam ini. Melalui ilmu ini pula, manusia dapat juga mengetahui hakikat manusia itu sendiri dan Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.  Bahkan apabila kita menginginkan kebahagian hidup didunia ataupun akhirat, maka ilmu merupakan salah satu modal yang harus kita miliki dalam kehidupan. Rasulullah SAW bersabda :

ilmu 1

  • “Dari Anas ibn Malik r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”. (H.R. Ibn Majah)

Imam Syafi‘i dalam kitab Diwan menegaskan:

ilmu 2

    • “Barang siapa yang menghendaki dunia, maka harus dengan ilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat maka harus dengan ilmu.”

Nasihat Imam Syafi‘i tersebut mengisyaratkan bahwa kemudahan dan kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat dapat dicapai oleh manusia melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak akan mudah diperoleh, kecuali dengan beberapa cara dan strategi yang harus dilalui. Dalam hal ini Imam Syafi‘i menegaskan:

ilmu 3

  • “Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali setelah memenuhi enam syarat, yaitu: kecerdasan, kemauan yang kuat, kesungguhan, perbekalan yang cukup, dan kedekatan dengan guru dalam waktu yang lama.”
  1. Kecerdasan, dalam arti kemampuan mengolah dan mengembangkan potensi / bakat / pengetahuan / emosi / jiwa yang ada pada diri kita.
  2. Kemauan yang keras, berupa keingintahuan tentang berbagai ilmu dan tidak merasa bosan / jenuh dalam menuntut ilmu. Dengan istilah lain kemauan keras dapat diartikan ” Haus dalam menuntut ilmu “.
  3. Kesungguhan atau keseriusan dalam menuntut ilmu, tidak asal gugur kewajiban atau menghindari dari kewajiban lain. Pepatah arab mengatakan : Man jadda wajada, Siapa yang sungguh-sungguh pasti ia dapat / berhasil.
  4. Perbekalan atau biaya yang cukup, yang dengannya dapat menunjang dan mempermudah dalam menutut ilmu serta mengembangkannya.
  5. Kedekatan dengan guru, maksudnya adanya rasa hormat dan tenggang rasa murid kepada gurunya. Ilmu itu hanya akan masuk apabila hati kita ( guru / siswa ) saling ikhlas. Guru sebagai pembimbing harus jadi suri tauladan bagi siswanya, sedangkan siswa sebagai penuntut ilmu harus hormat pada gurunya.
  6. Waktu yang panjang, keberhasilan sesorang dalam mencari ilmu tidaklah dapat diperoleh dalam jangka pendek, hari ini ia belajar hari ini jadi orang pintar / sukses tetapi butuh proses / waktu. Dalam ajaran Islam, mencari ilmu dimulai dari kandungan sampai liang lahat, hal ini menunjukan mencari ilmu harus terus menerus serta memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karenanya kesabaran dan keikhlasan harus kita miliki dalam menuntut ilmu, supaya waktu yang lama tidak menjadi beban bagi kita.  ( Wallahuaklam disampaikan kembali oleh Abu Zaki )

Marhaban Ya Ramadhan-cropMarhaban Ya Ramadhan. Sahrul Mubarakah, Syarul Magfiroh. Alhmadulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Suci, Bulan Ramadhan, bulan agung, bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat manusia. Termasuk bagi mereka yang telah meninggalkan dunia, yang kini berada dialam barzah mereka sangat merindukan bulan mulia ini. Betapa tidak, karena pada bulan ini Allah SWT akan memberikan rahmat, ampunan bahkan jaminan dijauhkan dari api neraka bagi mereka yang mau menjalankan perintah Allah SWT. Dalam suatu riwayat Rasullah SAW bersabda Apabila masuk bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kita sebagai umat Islam sudah seharusnya menyambut datangnya bulan yang agung ini dengan suka cita. Sungguh merugi bagi mereka yang tidak dapat memanfaatkan bulan yang ramadhan yang suci ini.

Didalamnya terdapat terdapat suatu kewajiban, yaitu ibadah puasa ( shaum ) bagi orang yang beriman, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sekaligus sebagai alat dalam rangka membersihkan  diri / hati / jiwa manusia dari perbuatan keji (dosa). Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita sambut dengan hati gembira dan penuh keikhlasan datangnya bulan yang agung tersebut.

Firman Allah SWT :

2 183-crop

  • “Hai orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” ( Q.S. Al Baqarah : 183 )

Shaum atau puasa yang dikehendaki ayat diatas bukan hanya sebatas menahan rasa haus dan lapar, lebih dari itu dengan puasa manusia diharapkan mampu menahan dirinya (nafsunya) dari perbuatan dosa / keji serta dapat meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT. Selain penuh rahmat dan ampunan, bulan ramadhan juga merupakan bulan yang penuh hikmah / kebajikan bagi umat manusia. Dimana pada saat itu amalan ibadah manusia akan Allah SWT lipatkan pahalanya dan diampuni segala dosa. Sehingga kita dapat kembali kepada Allah SWT dalam keadaan fitrah atau suci.

Berikut beberapa artikel seputar ibadah / kegiatan puasa ramadhan, semoga dapat menambah kualitas ibadah puasa kita ditahun ini. Amin.

  1. Keutamaan Bulan Ramadhan
  2. Amalan Sunnah Dibulan Ramadhan
  3. Panduan Ringkas Tentang Puasa Ramadhan
  4. Lembar Kegiatan Ramadhan Siswa 1436 H

langitIsra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam yang harus kita ketahui kejadiannya, agar kita dapat mengambil hikmah atau pembelajaran didalamnya. Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan “diberangkatkan oleh Allah SWT’ dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Firman Allah SWT :Al Isra 1

  • Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Isra’ : 1).

An Najm-crop

  • Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. An-Najm:13-18).

Ayat-ayat itu mengisahkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti ‘tumbuhan sidrah yang tak terlampaui’, suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.

-baca selengkapnya->

Kisi-kisi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, Pendidikan Agama Islam Kelas IX tahun 2015 2016 hampir sama dengan kisi-kisi tahun yang lalu

UASBN 1-cropUASBN 2-cropUntuk lebih jelasnya dalam dilihat …. Kisi Kisi UjianTertulis USBNPAI SMP 2015 ….

Untuk soal latihan dapat dilihat dibawah ini :
  1. UASBN PAI Tahun 2012
  2. UASBN PAI Tahun 2014
  3. Soal Latihan Paket 1
  4. Soal Latihan Paket 2

Untuk bidang studi lain bisa dilihat ….. disini ….. !

Pada hari senin tepatnya tanggal 14 Maret 2016, Dikota Depok akan dilaksanakan kegiatan Ulangan Tengah Semester ( UTS ) Ganjil. Kegitan ini dilaksanakan sebagai sarana evaluasi belajar siswa selama pertengahan semester. Oleh karenanya, diharapkan setiap siswa dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan UTS ini. Kegiatan UTS akan dilaksanakan pada tanggal 14 s.d 18 Maret 2016. Untuk jadwal UTS, bisa dilihat disini.

Jadwal Ulangan Tengah Semester Genap TP. 2015 / 2016

Hari / Tanggal

Waktu

Bidang Studi

Senin,

10.00 – 11.30

Pend. Agama

14 Maret 2016

12.00 – 13.30

P.Kn

Selasa,

10.00 – 11.30

Bhs. Indonesia

15 Maret 2016

12.00 – 13.30

PLH / PJOK

Rabu ,

10.00 – 11.30

Bhs. Inggris

16 Maret 2016

12.00 – 13.30

Pend. Seni Budaya

Kamis,

07.30 – 09.00

Matematika

17 Maret 2016

09.30 – 11.00

TIK / Prakarya

Jum’at,

07.15 – 08.45

I P A

18 Maret 2016

09.15 – 10.45

Bahasa Sunda

Untuk Soal Latihan Pra UTS, Pendidikan Agama Islam bisa dilihat disini :

  1. Soal Latihan Adab Makan dan Minum
  2. Soal Kerja Keras Tekun / Ulet Teliti
  3. Soal Latihan Iman Kepada Rasul Allah
  4. Soal UTS Genap Kelas VII 2014
  5. UTS Genap PAI Kelas 9 2015

Laman Berikutnya »