A.   Tata Cara Pelaksanaan Salat Sunah 

Salat sunah yang diajarkan oleh Rasulullah saw tata cara pelaksanaannya ada dua yaitu dengan berjama’ah dan munfarid. Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama sama oleh 2 orang atau lebih dan terdiri atas imam – makmum dengan persyaratan tertentu. Shalat Munfarid adalah Shalat yang dikerjakan sendirian, tanpa imam atau makmum

B. Salat Sunnah Berjamaah

Diantara salat sunah yang dilaksanakan secara berjama’ah, antara lain adalah :

I.     Salat idul fitri

Salat sunah idul fitri adalah salat yang dilaksanakan setelah selesai menjalani puasa selama 1 bulan penuh. Salat idul fitri dikerjakan setiap tanggal 1 Syawal. Rasulullah saw memerintahkan agar seluruh kaum muslimin baik laki-laki, perempuan, anak-anak, dan dewasa untuk keluar dari rumah melaksanakan salat idul fitri.Bahkan kepada wanita yang sedang haid pun diperintahkan untuk menuju tempat diselenggarakannya salat idul fitri untuk mendengarkan khutbah tapi tidak perlu mengerjakan salat idul fitri. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut :

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ اَمَرَناَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ نَخْرُجَ فى الْفِطْرِ وَاْلاَضْحىَ اْلعَوَائِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُذُوْرِ.فَأَمَّاالْحَيْضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ رواه البخارى ومسلم

”An ummi atiyyata qalat amaran rasulullahi sallallahu ’alaihi wasallam an nakhruja filfitri waladhal ’awaiqan walhuyyada wadawatikhuduri. Faammal haidu faya’tazilnassalata”.I (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya : “Dari Umi ’Atiyah ia berkata, ”Rasulullah saw telah menyuruh kami keluar pada hari raya fitri dan hari raya haji. Supaya kami membawa gadis-gadis, perempuan-perempuan yang sedang haid dan hamba perempuan ke tempat salat hari raya. Adapun perempuan yang sedang haid mereka tidak mengerjakan salat”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun ketentuan melaksanakan salat idul fitri adalah :

  1. Niat salat dengan lafad ”Usalii sunnata li idil fitri rak’ataini lilahi ta’ala”. Artinya Aku niat salat sunat idul fitri 2 rakaat karena Allah
  2. Salat idul fitri sebanyak 2 rekaat. Pada rekaat pertama setelah membaca do’a iftitah takbir sebanyak tujuh kali dan pada rekaat kedua takbir sebanyak lima kali. Disela-sela membaca takbir disunahkan membaca tasbih subhanallahi walhamdulillahi wa lailahaillahu wallahu akbar
  3. Waktu salat idul fitri adalah mulai terbitnya matahari sampai sebelum waktu salat duhur tiba.
  4. Setelah salat idul fitri selesai dilanjutkan dengan khutbah idul fitri.
  5. Tidak didahului dengan azan dan iqamat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw berikut :

عَنْ جاَبِرِابْنِ سَمُرَةَقاَلَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيْدغَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَمَرَّتَيْنِ بِغَيْرِاَذَانٍ وَلاَاِقَامَةٍ  رواه احمد ومسلم

”An jabiribi samurata qala sallaitu ma’annabiyyi sallallahu ’alaihi wa sallamal ’ida gaira marratin wala marrataini bigairi adanin wala iqamatin”. (HR. Ahmad dan Muslim)

Artinya : “Dari Jabir bin Samurah. Ia berkata, ”Saya salat hari raya bersama-sama Rasulullah saw, bukan sekali dua kali saja, Beliau salat tidak ada azan dan  tidak iqamat”. (HR. Ahmad dan Muslim)

  1. Imam salat mengeraskan bacaannya
  2. Salat idul fitri dikerjakan di masjid atau di tanah lapang.
  3. Disunahkan mandi dan berhias sebelum berangkat menuju ke masjid atau tanah lapang.
  4. Disunahkan membaca takbir dan tahmid pada malam hari sebelum salat idul fitri sampai hendak mengerjakan salat idul fitri. Karena hari tersebut adalah hari kemenangan bagi umat Islam.
  5. Setiap kaum muslimin yang melaksanakan salat idul fitri disunnahkan menempuh jalan yang berbeda ketika pergi dan pulangnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw berikut :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَنَحْوِهِ اَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَخَذَيَوْمَ اْلعِيْدِفِى طَرِيْقٍ ثُمَّ رَجَعَ فِى طَرِيْقٍ اُخْرَى (رواه ابوداود)

”Anibni ’umara wanahwihi anna rasulallahi sallallahu ’alaihi wasallama akhada yaumal’idi fi tariqin summa raja’a fi tariqin ukhra”. (HR. Abu Daud)

Artinya : “Dari Ibnu Umar dan sebagainya. Sesungguhnya Rasulullah saw pada hari raya berangkat salat mengambil suatu jalan kemudian pulang dengan jalan lain”. (HR. Abu Daud)

II. Salat Idul Adha

Salat sunah idul adha salat yang dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijjah. Salat sunah idul adha pelaksanaannya sebagaimana salat sunah idul fitri. Namun demikian ada beberapa kesunatan yang berbeda dengan salat sunat idul fitri. Ketentuan melaksanakan salat sunah idul adha adalah :

  1. Niat salat dengan lafad ”Usalii sunnata li idil adha rak’ataini lilahi ta’ala”. Artinya Aku niat salat sunat idul fitri 2 rakaat karena Allah
  2. Salat sunah idul adha sebanyak 2 rekaat. Pada rekaat pertama setelah membaca do’a iftitah takbir sebanyak tujuh kali dan pada rekaat kedua takbir sebanyak lima kali. Disela-sela membaca takbir disunahkan membaca tasbih subhanallahi walhamdulillahi wa lailahaillahu wallahu akbar
  3. Waktu salat sunah idul adha adalah mulai terbitnya matahari sampai sebelum waktu salat duhur tiba.
  4. Setelah salat sunah idul adha selesai dilanjutkan dengan khutbah idul adha.
  5. Disunahkan tidak makan dan minum sebelum berangkat untuk salat idul adha
  6. Disunahkan membaca takbir dan tahmid pada malam hari sebelum salat sunah idul adha sampai dengan tiga hari tasyrik.
  7. Tidak didahului dengan azan dan iqamat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut :

عَنْ جاَبِرِابْنِ سَمُرَةَقاَلَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيْدغَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَمَرَّتَيْنِ بِغَيْرِاَذَانٍ وَلاَاِقَامَةٍ (رواه احمد ومسلم)

”An jabiribi samurata qala sallaitu ma’annabiyyi sallallahu ’alaihi wa sallamal ’ida gaira marratin wala marrataini bigairi adanin wala iqamatin”. (HR. Ahmad dan Muslim)

Artinya : “Dari Jabir bin Samurah. Ia berkata, ”Saya salat hari raya bersama-sama Rasulullah saw, bukan sekali dua kali saja, Beliau salat tidak ada azan dan  tidak iqamat”. (HR. Ahmad dan Muslim)

III. Salat kusuf dan khusuf

Gerhana dalam istilah agama disebut dengan khusuf atau kusuf. Maksudnya adalah hilangnya sebagian cahaya matahari dan bulan atau hilangnya secara keseluruhan cahaya keduanya karena sunnatullah yang menyebabkan langit berwarna gelap atau hitam. Gerhana itu sendiri terdiri dari dua macam gerhana yaitu “gerhana matahari”yang dikenal dengan “kusuf” dan “gerhana bulan” yang dikenal dengan istilah “khusuf”.

Salat gerhana adalah salat sunah yang dilaksanakan pada waktu terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan. Salat sunah gerhana matahari disebut dengan salat kusuf. Sedangkan salat sunah gerhana bulan disebut dengan salat khusyuf. Ketentuan melaksanakan kedua salat gerhana tersebut adalah :

  1. Dilaksanakan pada saat terjadinya gerhana dan gerhana tersebut belum hilang.
  2. Dilaksanakan di masjid atau musalla.
  3. Salat dikerjakan sebanyak dua rekaat. Adapun tata cara pelaksanaanya adalah sebagai berikut :
  • 1)       Niat
  • 2)       Takbiratul ihram
  • 3)       Membaca doa iftitah
  • 4)       Membaca surat Al- Fatihah
  • 5)       Membaca salah satu surat atau beberapa ayat dalam Al- Qur’an
  • 6)       Ruku’ dan membaca do’a ruku’
  • 7)       I’tidal dan membaca do’a I’tidal.
  • 8)       Setelah membaca do’a I’tidal tidak sujud tetapi membaca surat Al- Fatihah kembali
  • 9)       Membaca salah satu surat atau beberapa ayat dalam Al- Qur’an
  • 10)     Ruku’ dan membaca do’a ruku’
  • 11)     I’tidal dan membaca do’a I’tidal
  • 12)     Sujud dan membaca do’a sujud
  • 13)     Duduk diantara dua sujud dan membaca do’a diantara dua sujud
  • 14)     Sujud kembali dan membaca do’a

Demikian tadi adalah rekaat pertama. Setelah sujud kedua berdiri kembali untuk melaksanakan rekaat kedua dengan ketentuan yang sama seperti rekaat pertama. Setelah selesai sujud pada rekaat kedua kemudian membaca tasyahud atau tahiyyat akhir.

Dasar dianjurkannya salat gerhana adalah ketika terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Berkatalah manusia : Telah terjadi gerhana matahari kerana wafatnya IbrahimRasulullah saw kemudian bersabda :

اِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَايَتاَنِ مِنْ اَياَتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍوَلاَلِحَيَاتِهِ فَاِذَا رَاَيْتُمُوْهُمَافَادْعُوااللهَ وَصَلُّواحَتَّى يَنْكَشِفَ مَابِكُمْ  رواه البخارى ومسلم

”Innasysyamsa walqamara ayatani min ayatillahi la yankasifani limauti ahadin wala lihayatihi faida raitumuhuma fad’ullah wasallu hatta yankasyifa mabikum”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya : “Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga habis gerhana.” (HR. Bukhari & Muslim).

IV. Salat istisqa’

Salat sunah istisqa’ adalah salat sunah yang dikerjakan dengan tujuan memohon kepada Allah swt agar diberi hujan setelah musim kemarau yang berkepanjangan. Hukum mengerjakan salat sunah istisqa’ adalah sunah muakkad pada masa kekeringan atau kemarau yang berkepanjangan dan kebutuhan air sangat mendesakAdapun tata cara pelaksanan salat sunah istisqa’ adalah sebagai berikut :

  1. Niat salat sebagai berikut ”Usalli sunnatal istisqa’i rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala. Artinya“Aku niat salat sunah istisqa’ dua rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’ala.
  2. Dikerjakan di tanah lapang pada tengah hari
  3. Jumlah rekaat sebanyak dua rekaat. Dengan ketentuan diikuti takbir 7 kali pada rekaat pertama dan lima kali pada rekaat kedua
  4. Setelah salat diikuti dengan khutbah. Adapun tata cara khutbah adalah sebagai berikut :
  • Khatib disunahkan memakai selendang
  • Khutbah berisi anjuran untuk beristigfar dan merendahkan diri kepada Allah swt serta dengan penuh keyakinan bahwa Allah swt akan mengabulkan permintaan turunnnya hujan.
  • Ketika berdoa mengagkat kedua belah tangan
  • Pada khutbah kedua, di kala berdoa hendaknya khatib berpaling ke arah kiblat, membelakangi makmum.
  • Ketika berpaling ke arah kiblat, khatib hendaknya mengubah selendangnya dari kanan ke kiri, dan yang di atas ke bawah.

V..     Salat Tarawih

Salat tarawih adalah salat sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah salat ‘’isya’ sampai menjelang fajar pada bulan Ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab  diartikan sebagai “waktu sesaat untuk istirahat”. Hukum mengerjakan salat tarawih adalah sunah muakkad. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِى قِياَمِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِاَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيْهِ بِعَزِيْمَةٍ فَيَقُوْلُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًاوَاحْتِسَابًاغُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ(رواه البخارى ومسلم)

”An abi hurairata kana rasulullah sallallahu ’alaihi wasallama yuraggibu fi qiyami ramadana min gairi an ya’murahum fihi bi’azimatn fayaqulu man qama ramadana imanan wahtisaban gufira lahu mataqaddama min danbihi”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya : ”Dari Abu Hurairah ra telah menceritakan bahwasanya Rasulullah saw selalu menganjurkan untuk melakukan qiyam (salat sunah) malam hari di bulan Ramadhan, tetapi tidak memerintahkan mereka dengan perintah yang tegas (wajib). Untuk itu Beliau bersabda, ”Barang siapa mengerjakan salat sunah di malam hari pada bulan ramadhan dengan dilandasi keimanan dan semata-mata mengharap rida Allah swt, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

  •  
  • B.   Salat sunah munfarid

Banyak sekali salat-salat sunah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Diantara salat sunah tersebut ada yang dilaksanakan secara berjama’ah dan dilaksanakan secara munfarid. Diatas telah dijelaskan salat sunah yang dikerjakan secara berjama’ah. Sedangkan salat sunah yang dikerjakan secara munfarid diantaranya adalah :

  1. 1.     Salat tahajjud

Salat tahajjud adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu tengah malam antara salat ‘isya dan salat shubuh setelah bangun tidur. Jumlah reka’at salat tahajjud minimal dua reka’at sampai tidak terhingga. Waktu yang utama mengerjakan salat tahajjud adalah sebagai berikut :

  1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
  2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
  3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu salat subuh

Setelah salat tahajjud disunahkan berdoa sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw berikut :

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُاَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمنْ فِيْهِنَّ.وَلَكَ الْحَمْدُلَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ.وَلَكَ الْحَمْدُنُوْرُالسَّموَاتِ وَاْلاَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ.وَلِقَائُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَّنَةُحَقٌّ.وَالناَّرُ حَقٌّ.وَنَبِيُّناَحَقٌّ.وَمُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ.وَالسَّاعَةُحَقٌّ. اَللَّهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَسَمْتُ وَاِلَيْكَ حَكَمْتُ فاَغْفِرْلِى مَاقَدَّمْتُ وَمَااَخَّرْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَااَعْلَنْتُ اَنْتَ الْمُقَدِّمُ واَنْتَ الْمُؤَخِّرُلاَاِلهَ اِلاَّاَنْتَ اَوْلاَاِلَهَ غَيْرُكَ وَلاَحَوْلَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

”Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah”.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepbada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

a.  Tata cara melaksanakan salat tahajjud

Kaum muslimin ketika hendak melaksanakan salat tahajjud terasa berat dan mengantuk. Namun sebagian yang lain terasa ringan karena sudah terbiasa bangun di malam hari dan melaksanakannya. Adapun tata cara melaksanakan salat tahajjud adalah :

1)       dilaksanakan setelah salat ’isya’ dan setelah tidur

2)       dikerjakan secara munfarid

3)       dilaksanakan dengan dua rakaat salam.

b.      Keutamaan salat tahajjud

Firman Allah swt berikut :

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْبِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًامَّحْمُوْدًا(الاسراء : 17 /79)

“Waminallaili fatahajjad bihi nafilatan laka. ‘asa an yab’saka rabbuka maqaman mahmudan”. (QS. Al-Isra’ : 17/79)

Artinya : ”Pada malam hari, hendaklah engkau salat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji”. (QS. Al-Isra’ : 17/79)

تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًاوَطَمَعًاوَمِمَّارَزَقْنهُمْ يُنْفِقُوْنَ(16)   فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَااُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنِ جَزَاءًبِمَاكَانُوْايَعْمَلُوْنَ(17) (السجدة : 32/16-17)

”Tatajafa junubuhum ’anilmada ji’i yad’una rabbahum khaufan wa tama’an wamimma razaqna hum yunfiquna(16)Fala ta’lamu nafsun ma ukhfiya lahum min qurrati a’yunin jaza’an bima kanu ya’maluna(17)”. (QS. As- Sajdah : 32/16 – 17)

Artinya : ”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan(16) Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan(17).” (QS. As- Sajdah : 32/16 – 17)

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًاوَقِيَامًا (الفرقان:25/64 )

”Walladina yabituna lirabbihim sujjadan waqiyaman”. (QS. Al- Furqan : 25/64)

Artinya : ”Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka”. (QS. Al- Furqan : 25/64)

عَنِ اْبنِ عُمَرَرَضِيَ اللهُ عَنْهُمَاقَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَاِذَاخَشِيَ اَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةًوَاحِدَةً تُوْتِرُلَهَ مَاقَدْصَلَّى (رواه متفق عليه)

”Anibni ’umara radiyallahu ’anhuma qala, qala rasulullahi sallallahu ’alaihi wasallama salatullaili masna masna faida khasyiya ahadukumussubha salla rak’atan wahidatan tutiru lahu ma qad sallaI”. (HR. Muttaafaqun ’alaih)

Artinya : ”Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi Muhammas saw bersabda: “Salat malam itu dua (raka’at)-dua (raka’at), apabila kamu mengira bahwa waktu subuh sudah menjelang, maka witirlah dengan satu raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabda Nabi Muhammad saw berikut :

أَيهَاالنَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمِ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوْابِاللَّيْلِ وَالنَّاسِ نِيَامٍ تَدْخُلُوْنُ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ (رواه الترميذى : 2485)

”Ya ayyuhannasu afsyussalam wa at’imutta’am wasallu billaili wannasi niyamin tadkhulunaljannata bisalamin”. (HR Tirmidzi : 2475)

Artinya : “Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi : 2475)

Sabda Nabi Muhammad saw berikut :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ لَـمَّاسُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَيُّ الصَّلاَةِ اَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوْبَةِ؟ قاَلَ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ (رواه مسلم)

”An abi hurairata lamma suilannabiyyu sallallahu ’alaihi wasallama ayyussalati afdalu ba’dalmaktubati?qaal assalatu fi jaufillaili”. (HR. Muslim)

Artinya : “Dari Abu Hurairah ra, “Tatkala Nabi saw ditanya orang, ‘Apakah salat yang lebih utama selain dari salat wajib lima waktu?’. Jawabnya salat pada waktu tengah malam.” (HR. Muslim)

c.      Kiat melaksanakan salat malam atau salat tahajjud

Agar kamu diberi kemauan dan kesempatan bangun malam kemudian salat tahajjud, maka lakukan kegiatan berikut :

1)       Tidak memforsir kegiatan pada siang hari, sehingga ketika malam tiba tidak kelelahan yang mengakibatkan tidur lelap.

2)       Makan malam tidak berlebihan  dan berniat serta berdoa agar bisa bangun malam.

3)       Menghindari segala bentuk kemunkaran dan kemaksiatan.

4)       Memantapkan dalam hati bahwa salat sunah tahajjud adalah munajat secara langsung kepada Allah swt di kesunyian malam.

5)       Berdoalah kepada Allah swt agar memberikan jalan dan kemudahan ketika beribadah kepada-Nya.

2.     Salat duha

Menurut bahasa duha berarti pagi hari. Jadi salat duha adalah salat sunah yang dikerjakan pada pagi hari. Waktunya setelah memutihnya sinar matahari pagi sampai dengan sebelum waktu istiwa’ atau antara pukul 07.00 s.d pukul 11.00 siang. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَقاَلَ اَوْصَانِى خَلِيْلِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ اَيَّامٍ فِى كُلِّ شَهْرٍوَرَكْعَتَيِ الضُّحَىوَاَنْ اُوْتِرَقَبْلَ اَنْ اَنَامَ (رواه البخارى ومسلم)

”An abi hurairata qala ausani khalili sallallahu ’alaihi wasallama bisalasin bisiyami salasati ayyamin fi kulli syahrin wa rak’ataydduha wa antutira qabla an anama”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya : “Dari Abu Hurairah ia berkata : kekasihku (Rasulullah) saw telah berpesan kepadaku tiga hal : Puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat salat duha, dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketentuan salat duha

  • Jumlah reka’at salat duha minimal dua reka’at dan maksimal dua belas reka’at dengan satu salam setiap dua reka’at. Manfaat dari salat duha adalah supaya dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki. Saat melakukan sholat duha sebaiknya membaca ayat-ayat surat al-waqi’ah, adh-duha, al-quraisy, asy-syamsi, al-kafirun dan al-ikhlas. Niat salat duha adalah : Usalli sunnatadduha rak’ataini lillahi ta’alaArtinya: ” Aku niat salat sunat duha dua rakaat, karena Allah.”  Doa yang dibaca setelah salat duha :

Artinya : “Ya Allah, bahwasanya waktu Duha itu adalah waktu Duha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu”. “Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Duha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Salat duha banyak mengandung rahasia dan keutamaan. Diantaranya adalah :

  1. a.    Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى (رواه مسلم : 1704)

”An abi darrin ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama annahu qala yusbihu ’ala kulli sulama min ahadikum sadaqatun. Fakullu tasbihatin sadaqatun wakullu tahmidatin sadaqatun wakullu tahlilatin sadaqatun wakullu takbiratun sadaqatun wa amrun bilma’rufi sadaqatun wa nahyun ’anilmunkari sadaqatun wayujziu min dalika rak’atani yarka’uhuma minadduha”. (HR. Muslim : 1704)

Artinya : ”Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda : “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Duha diberi pahala” (HR Muslim  : 1704)

  1. b.    Pahala umrah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ:قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهٌ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَفِي جَمَاعَةٍثُمَّ قَعَدَيَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلِعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةً تَامَّةً (رواه البيهقى : 586)

“An anasibni maliki qala, qala rasulullahi sallallahu ‘alahi wasallama man sallalgadata fi jama’atin summa qa’ada yadkurullah hatta tatli’asysyamsu summa salla rak’ataini kanat lahu ka ajri hajjatin wa ‘umratin qala Rasulullahi sallallahu ‘alaihi wasallama tammatan tammatan”. (HR. Al- Baihaqiy : 586)

Artinya : “Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang mengerjakan salat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia salat dua rakaat (Duha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (HR. Al- Baihaqiy : 586)

  1. 3.     Salat istikharah

Salat istikharah adalah salat yang dengan tujuan untuk mendapatkan petunjuk yang baik dari Allah swt dalam menentukan pilihan hidup yang terdiri dari dua perkara atau lebih dari dua. Hasil dari petunjuk Allah swt akan menghilangkan kebimbangan dan kekecewaan di kemudian hari. Setiap kegagalan akan memberikan pelajaran dan pengalaman yang kelak akan berguna di masa yang akan datang.

Suatu saat kita dihadapkan pada dua atau lebih pilihan yang sama-sama baik dan sulit menentukan mana yang terbaik, padahal menyangkut persoalan yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan kita di masa yang akan datang. Oleh karena itu sebagai orang yang beriman kita harus yakin bahwa hanya Allah swt yang paling mengetahui secara pasti mana yang terbaik di antara sekian pilihan itu. Diantara contoh-contoh pilihan tersebut adalah : memilih jodoh, memilih pekerjaan, memutuskan suatu perkara, memilih tempat tinggal dan lain sebagainya. Sebagaimana hadis Rasulullah saw berikut :

عَنْ جَابِرِبْنِ عَبْدِاللهِ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَااْلاِسْتِخَارَةَفِىاْلاُمُوْرِ يَقُوْلُ اِذَاهَمَّ اَحَدُكُمْ بِاْلاَمْرِفَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لِيَقُلْ”اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَاِنَّكَ تَقْدِرُوَلاَاَقْدِرُ,وَتَعْلَمُ وَلاَاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَخَيْرٌلِىفِىدِيْنِىوَمَعَاشِىوَعَاقِبَةِ اَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِىوَيَسِّرْهُ لِى.ثُمَّ باَرِكْ لِىفِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَاْالاَمْرَشَرٌّلِىفِىدِيْنِى وَمَعَاشِىوَعَاقِبَةِاَمْرِىفَاصْرِفْهُ عَنِّىوَاصْرِفْنِىعَنْهُ وَاقْدُرْلِىالْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ اَرْضِنِىبِهِ (رواه البخارى)

”An jabiribni ’abdillahi kana rasulullah sallallahu ’alaihi wasallama yu’allimunal istikharata filumuri yaqulu ida ahadukum bilamri falyarka’ rak’ataini summa liyaqul, ”Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa asaluka min fadlikal’adimi fainnaka taqdiru wala aqdiru wa ta’lamu wala a’lamu wa anta ’allamulguyubi. Allahumma inkunta ta’lamu anna hadalamra khairun li fidini wama’asyi wa ’aqibati amri faqdurhuli wayassirhuli summa barik li fihi. Wainkunta ta’lamu anna hadalamra syarrun li fidini wama’asyi wa ’aqibati amri fasrifhu ’anni wasrifni ’anhu waqdurhulil khaira haisu kana summa ardini bihi” (HR. Bukhari)

Artinya : “Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah saw mengajar kami untuk meminta petunjuk dalam beberapa perkara penting. Beliau bersabda, ”Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka salatlah dua rakaat, kemudian hendaklah berdo’a : ‘Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya dan kemudian jadikanlah aku orang yang rida dengan pemberianmu itu”.  (HR Bukhari)

Dalam melakukan salat istikharah sebaiknya juga diikuti dengan puasa sunah, sedekah,dikir dan amalan-amalan baik lainnya. Ada beberapa petunjuk yang berkenaan dengan sesuatu yang diistikharahi yaitu :

  1. Allah memberikan petunjuk melalui mimpi
  2. Petunjuk melalui firasat
  3. Petunjuk melalui ketetapan hati
  4. Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut dari yang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya
  5. 4.     Salat tasbih

Salat tasbih adalah salat yang bertujuan untuk memperbanyak mensucikan asma Allah swt. Waktu pengerjaan salat tasbih bebas. Setiap reka’at dibarengi dengan 75 kali bacaan tasbih. Atau salat sunat yang didalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyak 300 kali.

Jika salat dilakukan siang hari jumlah reka’atnya adalah empat reka’at salam. Dan jika malam hari dengan dua salam dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut :

NO Waktu Jml. Tasbih
1 Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri 15 kali
2 Setelah tasbih ruku’ (Subhana rabiyyal adzim…) 10 Kali
3 Setelah I’tidal 10 Kali
4 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a’la…) 10 Kali
5 Setelah duduk diantara dua sujud 10 Kali
6 Setelah tasbih sujud kedua 10 Kali
7 Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka’at keberapa) 10 Kali
Jumlah total satu raka’at 75
Jumlah total empat raka’at 4 X 75 = 300 kali
  1. 5.     Salat taubat

Salat taubat adalah salat dua reka’at yang dikerjakan bagi orang yang ingin bertaubat, insyaf atau menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya dengan bersumpah tidak akan melakukan serta mengulangi perbuatan dosanya tersebut. Sebaiknya salat sunah taubat dibarengi dengan puasa, sodaqoh dan sholat. Cara melaksanakan salat taubat adalah dengan dua, empat atau enam reka’at. Niatnya adalah Usalli sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta’ala. Artinya : “Aku niat salat sunat taubat dua rakaat karena Allah.” Setelah selesai salat membaca do’a :

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِى لاَاِلَه اِلاّ هُوَالْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدِالظّالِمِيْنَ لاَ يَمْلِكَ لِنَفْسِهِ ضَرًّاوَلاَنَفْعًاوَلاَمَوْتًاوَلاَحَيَاتًاوَلاَنُشُوْرًا

”Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa”.

Artinya : “Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti”.

  1. 6.     Salat hajat

Salat hajat adalah salat yang dilaksanakan agar hajat atau cita-cita yang diinginkan dapat dikabulkan oleh Allah swt. Salat hajat dikerjakan bersamaan dengan ikhtiar atau usaha untuk mencapai hajat atau cita-cita. Salat hajat dilakukan minimal dua reka’at dan maksimal dua belas reka’at dengan satu salam setiap dua reka’at. Waktu yang lebih baik adalah pada sepertiga terakhir waktu malam.

  1. 7.     Salat Safar

Salat safar adalah salat yang dilakukan oleh orang yang sebelum mengadakan perjalanan yang bertujuan bukan untuk maksiat seperti pergi haji, mencari ilmu, mencari kerja, berdagang, dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah supaya mendapat keridhoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah swt. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَقاَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَاخَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ  تَمْنَعَانِكَ مَخْرَجَ السُّوْءِوَاِذَادَخَلْتَ اِلَى مَنْزِلِكِ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ  تَمْنَعَانِكَ مَدْخَلَ السُّوْءِ (رواه البيهقى. حديث حسن)

”An abi hurairata qalannabiyyu sallalallahu ’alaihi wasallama idakharajta min manzilika fasalli rak’ataini tamna’anika makhrajassu’i waida dakhalta ila manzilika fasalli rak’ataini tamna’anika madkhalassu’i”. (HR. Al- Baihaqi. Hadisun hasanun)

Artinya : “Dari Abu Hurairah ra, “Nabi saw bersabda, “Apabila engkau keluar rumahmu,hendaklah engkau salat dua reka’at, niscaya salat itu akan memeliharamu dari kemasukan kejahatan. Dan apabila engkau masuk rumahmu hendaklah engkau salat dua reka’at, maka salat itu akan memeliharamu dari kemasukan kejahatan”. (HR. Baihaqiy. Hadis hasan)

  1. 8.     Salat tahiyyatul masjid

Secara bahasa tahiyatul masjid berarti menghormati masjid. Sedangkan salat tahiyyatul masjid adalah salat dua rakaat yang dilaksanakan sesaat setelah memasuki ruangan dalam masjid. Sebagaimana hadis Rasulullah saw berikut :

عَنْ اَبِى قَتاَدَةَقاَلَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَادَخَلَ اَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَيَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ (رواه البخارى ومسلم)

”An abi qatadata qala rasulullahi sallallahu ’alaihi wasallama ida dakhala ahadukumulmasjida fala yajlis hatta yusalliya rak’ataini”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya :“Dari Abu Qatadah, Rasulullah saw bersabda : ”Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke masjid maka janganlah duduk sebelum salat (tahiyat masjid) dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata cara melaksanakan salat tahiyyatul masjid adalah :

  1. Jumlah rakaatnya hanya 2 rakaat
  2. Dilaksanakan secara munfarid (sendirian)
  3. Waktu mengerjakan setiap saat memasuki masjid, baik untuk melaksanakan salat fardu maupun ketika akan beri’tikaf.
  4. 9.     Salat awwabin

Salat awwabin adalah salat sunat yang dikejakan setelah mengerjakan salat sunah ba’diyah magrib. Bilangan reka’atnya adalah dua sampai dengan enam rakaat. Cara melaksanakannya adalah sebagai berikut :

  1. Salat dua rakaat dengan niat Usalli sunnatal awwabina rak’ataini lillahi ta’ala. Artinya : “Aku niat salat sunat awwabin dua rakaat karena Allah.”
  2. Setelah membaca Al- Fatihah pada rakaat pertama kemudian membaca :  surat Al-Ikhlas 6x, surat Al- Falaq 1x dan surat An- Nas 1x. Begitu pula pada rekaat kedua.
  3. Setelah salam pada reka’at kedua, maka salat lagi sebanyak dua rakaat. Setelah membaca surat Al- Fatihah bebas membaca surat dalam Al- Qur’an yang dikehendaki.

Kemudian berdiri lagi dengan niat yang sama seperti sebelumnya juga dua reka’at. Pada reka’at pertama setelah membaca Al- Fatihah membaca surat Al- Kafirun. Sedangkan pada reka’at kedua setelah membaca Al- Fatihah membaca surat Al- Ikhlas.

  1. 10.  Salat witir

Secara bahasa witir berarti ganjil. Dengan demikian salat witir adalah salat yang jumlah reka’atnya ganjil. Paling sedikit satu rakaat dan paling banyak 11(sebelas) reka’at. Salat witir tidak hanya dilakukan setelah salat tarawih di bulan Ramadhan. Namun, pada malam hari di luar bulan Ramadhan umat Islam pun dianjurkan untuk melaksanakan salat witir sebagai penutup salat-salat sunah malam hari. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw berikut :

عَنِ اْبنِ عُمَرَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ اِجْعَلُوااخِرَصَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا (متفق عليه)

”Anibni ’umara radiyallahu ’anhu annannabiyya sallallahu ’alaihi wasallama qala ij’alu akhira salatikum billaili witran”. (HR. Muttafaqun ’alaihi)

Artinya : “Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya sesungguhnya Nabi saw bersabda, ”Jadikanlah salat witir sebagai penutup akhir salat kamu sekalian pada waktu malam” (HR. Muttafaqun ’alaih)

عَنْ جَابِرٍرَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قاَلَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَافَ اَنْ لاَيَقُوْمَ اخِرَاللَّيْلِ فَلْيُوْتِرْأَوَّلَهُ وَمَنْ طَمَعَ اَنْ يُوْتِرَاَخِرَاللَّيْلِ فَاِنَّ الصَّلاَةَ اخِرَاللَّيْلِ مَشْهُوْدَةٌ وَذَالِكَ اَفْضَلُ (رواه مسلم)

”An jabirin radiyallahu ’anhu qala, qala rasulullah sallallahu ’alaihi wasallama man khafa an la yaquma akhirallaolo falyutir awwalahu waman tama’a an yutira akhirallaili fainnasallata akhirallaili masyhudatun wadalika afdalu”. (HR Muslim)

Artinya : “Dari Jabir ra berkata, bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda, ”Barang siapa takut atau khawatir tidak dapat bangun di akhir malam, maka kerjakanlah witir pada awal malam, dan barang siapa ingin mengerjakan salat witir di akhir malam, maka kerjakanlah, karena salat akhir malam itu dipersaksikan dan itu yang lebih baik.”  (HR Muslim)

Cara mengerjakan salat witir adalah :  waktu mengerjakan pada malam hari setelah salat isya’, dilaksanakan secara berjamaah atau sendirian (munfarid), jumlah rakaatnya ganjil,maksdunya dalam pelaksanaannya ada dua macam niat, yakni niat untuk salat 2 rakaat dan ditutup dengan niat untuk salat 1 rakaat. Kemudian berdoa sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ اِيْمَانًادَائِمًاوَنَسْئَلُكَ قَلْبًاخاَشِعًاوَنَسْئَلُكَ عِلْمًانَافِعًاوَنَسْئَلُكَ يَقِيْنًاصَادِقًا وَنَسْئَلُكَ عَمَلاًصَالِحًاوَنَسْئَلُكَ دِيْنًاقَيِّماًوَنَسْئَلُكَ خَيْرًاكَثِيْرًاوَنَسْئَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ وَنَسْئَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِوَنَسْئَلُكَ الشُّكْرَعَلَى اْلعَافِيَاتِ وَنَسْئَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللَّهُمَّ رَبَّناَتَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَناَوَصِيَامَنَاوَقِيَامَنَاوَتَخَشُّعَنَاوَتَضَرُّعَناَوَتَعَبُّدَنَاوَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَايَاَاللهُ يَاَاللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِخَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُللهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ

”Allahumma innaa nasaluka imanan da’iman. Wa nasaluka qalban khasyi’an wa nasaluka ‘ilman nafi’an. Wa nasaluka yaqinan sadiqan. Wa nasaluka ‘amalan salihan. Wa nasaluka dinan qayyiman. Wa nasaluka khairan kasiran. Wa nasalukal‘afwa wal‘afiyata. Wa nasaluka tamaamal ‘afiyati. Wa nasalukasysyukra ‘alal‘afiyati wa nasalukal gina ’aninnasi. Allahumma rabbana taqabbal minna salatana wa siyamana wa qiyamana wa takhasysyu’ana wa tadarru’ana wa ta’abbudana wa tammim taqsirana ya Allah ya Allah ya Allah ya arhamarrahimina. Wa sallallahu ‘ala khairi khalqihi Muhammadin wa ’ala alihi wa sahbihi ajma’ina walhamdulillahi rabbil ’alamin”.

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam dalam agama Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan. Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah salat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyuk kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama salat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

  1. 11.  Salat sunah rawatib

Yang dimaksud dengan salat sunah rawatib adalah salat sunah yang mengikuti salat wajib lima waktu.  Baik dikerjakan sebelum ataupun sesudah salat wajib. Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardlu disebut dengan salat sunah qabliyah dan yang dikerjakan setelah salat fardlu disebut dengan salat sunah ba’diyah.           Salat sunah rawatib ada dua macam yaitu :

  1. Salat sunah rawatib mu’akkad, artinya salat sunah rawatib yang dikuatkan atau lebih penting dan sering dikerjakan oleh Rasulullah saw. Yang termasuk salat sunah rawatib mu’akad adalah :

1)       Dua reka’at sebelum dhuhur

2)       Dua reka’at setelahdhuhur

3)       Dua reka’at sesudah maghrib

4)       Dua reka’at sesudah ‘isya’

5)       Dua reka’at sebelum subuh

Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut :

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ قاَلَ: حَفِظْتُ عَنْ رَسُوْلِ الله ِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِوَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَالظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعَدَالْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَالْعِشاَءِوَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ(رواه البخارى)

”An abdillahibni ’umara qala, hafidtu ’an rasulillahi sallallahu ’alahi wasallama rak’ataini qabladduhri wa rak’ataini ba’dadduhri wa rak’ataini ba’dalmagribi wa rak’ataini ba’dal’isyai wa rak’ataini qablal gadati”. (HR. Bukhari)

Artinya : “Dari Abdullah bin Umar ia berkata : “Saya ingat dari Rasulullah saw mengerjakan salat dua raka’at sebelum dhuhur, dua raka’at sesudah dhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘isya’ dan dua raka’at sebelum subuh.” (HR. Bukhari)

  1. Salat sunah rawatib gairu muakkad, artinya salat sunah rawatib yang tidak dikuatkan atau tidak penting dan jarang dikerjakan oleh Rasulullah saw. Yang termasuk salat sunah rawatib gairu mu’akad adalah :

1)       Dua reka’at sebelum dhuhur

2)       Dua reka’at setelah dhuhur

Jadi salat sunah rawatib untuk salat duhur ada 8 raka’at. Yaitu 4 rakaat sebelum dan 4 rakaat setelah salat dhuhur. 2 raka’at sebelum duhur yang pertama adalah muakkad dan 2 raka’at yang kedua adalah gairu muakkad. Demikian juga salat sunah rawatib setelah duhur.

3)       Empat raka’at sebelum ‘ashar

4)       Dua reka’at sebelum maghrib

5)       Dua reka’at sebelum ‘isya’

  1. 12.  Salat sunah mutlak

Adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya, penyebabnya dan jumlah reka’atnya. Salat sunah yang demikian boleh dikerjakan asalkan tidak pada waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan salat.

  1. C.   Praktek salat sunah
    1. 1.     Salat sunah berjamaah
      1. Siswa dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari lima siswa atau lebih.
      2. Setiap kelompok diberi tugas mengerjakan salat sunah yang berjama’ah. Adapun tugas dari masing-masing kelompok adalah sebagai berikut :

1)       Kelompok pertama mempraktekkan salat idul fitri

2)       Kelompok kedua mempraktekkan salat istisqa’

3)       Kelompok ketiga mempraktekkan salat khusyuf atau kusuf

4)       Kelompok keempat mempraktekkan salat tarawih

  1. Ketika kelompok pertama mempraktekkan salat, maka kelompok lainnya mengamati dan menganalisa kemudian mencatat kejadian-kejadian yang ada. Demikian seterusnya sampai dengan kelompok empat.
  2. Setelah semua kelompok mempraktekkan, Guru kemudian memberikan pengarahan dan penjelasan seperlunya.
  3. Setelah memberikan penjelasan, Guru mengadakan tanya jawab dengan semua siswa.
  4. 2.     Salat sunah munfarid

Karena salat sunah dikerjakan secara mandiri, maka setiap siswa diharapkan mengumpulkan laporan pelaksanaan salat sunah yang telah dikerjakan oleh siswa. Adapun isi laporan tersebut berupa :

  1. Semua salat sunah yang pernah dikerjakannya
  2. Cara mengerjakan salat sunah tersebut
  3. Waktu mengerjakan salat sunah tersebut
  4. Ketentuan-ketentuan mengerjakan salat sunah tersebut
  5. Tempat mengerjakan salat sunah tersebut.
  6. Jumlah rekaat yang dikerjakan

Setelah semua siswa membuat dan mengumpulkan laporannya. Guru kemudian mengambil secara acak dan menyuruh laporan murid tersebut untuk mempraktekkannya di depan temannya.

Satu Tanggapan to “Jenis-jenis Salat Sunah”

  1. SUNYOTO Says:

    Alhamdulillah wa syukurillah…tulisannya sangat bermanfaat bagi diri saya. semoga bermanfaat juga baik orang banyak…trimakasih semoga Allah yang membalasnya…Amiiin YRA. Salaaam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s