muharram 1Tahun baru Hijriyah merupakan salah satu momentum bersejarah bagi umat Islam, karena hal tersebut dapat mengingatkan kita bahwa tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Menyadari hakikat tahun baru Hijriyah, umat Islam sebagai umat terbaik dan sepatutnya menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain haruslah mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, agar dapat membedakan dengan cara dan adat kaum lain. Bulan Muharam adalah bulan yang sangat agung, di dalamnya terkandung makna dan keutamaan hakiki dalam rangka proses pembentukan pribadi-pribadi muslim. Atas dasar itulah Rohis SMPN 14 Depok mencoba untuk merevitalisasi kembali kaidah-kaidah dan esensitas Muharam dalam proses pembentukan keperibadian Muslim, melalui sebuah kegiatan keagamaan yang dapat menambah pengetahuan siswa khususnya dalam bidang keagamaan. Kegiatan ini dinamakan ” Pekan Muharram 1437 H” .  Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Dalam tahun ini bentuk kegiatannya berupa lomba keterampilan Pendidikan Agama Islam, yang meliputi :

  1. Lomba Kaligrafi
  2. Lomba Baca Al Quran
  3. Lomba Hafal Al Qur’an ( Juz ke 30 )
  4. Lomba Cerdas Cermat
  5. Lomba Pidato / Kultum

Untuk foto kegiatan diatas bisa dilihat  ….. disini …….

qurban 1Bulan dzulhijah, sebagaimana bulan ramadhan memiliki beberapa keutamaan didalamnya. Rasulullah SAW telah bersabda ” Dua bulan untuk hari raya tidak berkurang keduanya, Ramadhan dan Dzulhijah ( H.R.Muslim ). Begitu pula pada hari pertama pada bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar. Disebutkan dalam al-Quran: “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS al-Fajr [89]: 1-2). Imam Ibnu Katsir menjelaskan makna yang dimaksud dari “dan demi malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pada Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubeir, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf. Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama, yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 8/390). Oleh karenanya, ada beberapa amalan sunnah yang dapat kita lakukan dalam mengagungkan bulan dzulhijah ini, diantaranya

Melaksanakan Ibadah Haji ke Baitullah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain sabda Nabi `: “Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan surga.” (HR Malik, al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi, al-Nasâi dan Ibnu Majah, lihat Shahih al-Targhîb, no. 1096. )

  • Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah ` ditanya: ‘Amal ibadah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Jihad di jalan Allah’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Haji yang mabrur.’” (HR al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih al-Targhîb wa al-Tarhîb oleh al-Albani 3/3 hadits no. 1093). 

Allah SWT berfirman:

  • Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imrân [3]: 97).

Dari Ibnu ‘Umar , Nabi ` bersabda :

  • Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16).

Hadits ini menunjukkan bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya.
-baca selengkapnya->

Marhaban Ya Ramadhan-cropAlhamdulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah SWT. Didalamnya terdapat terdapat suatu kewajiban, yaitu ibadah puasa ( shaum ) bagi orang yang beriman, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sekaligus sebagai alat dalam rangka membersihkan  diri / hati / jiwa manusia dari perbuatan keji (dosa). Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita sambut dengan hati gembira dan penuh keikhlasan datangnya bulan yang agung tersebut.

Firman Allah SWT :

2 183-crop

  • “Hai orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” ( Q.S. Al Baqarah : 183 )

Shaum atau puasa yang dikehendaki ayat diatas bukan hanya sebatas menahan rasa haus dan lapar, lebih dari itu dengan puasa manusia diharapkan mampu menahan dirinya (nafsunya) dari perbuatan dosa / keji serta dapat meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT. Selain penuh rahmat dan ampunan, bulan ramadhan juga merupakan bulan yang penuh hikmah / kebajikan bagi umat manusia. Dimana pada saat itu amalan ibadah manusia akan Allah SWT lipatkan pahalanya dan diampuni segala dosa. Sehingga kita dapat kembali kepada Allah SWT dalam keadaan fitrah atau suci.

Berikut beberapa artikel seputar ibadah / kegiatan puasa ramadhan, semoga dapat menambah kualitas ibadah puasa kita ditahun ini. Amin.

  1. Keutamaan Bulan Ramadhan
  2. Amalan Sunnah Dibulan Ramadhan
  3. Panduan Ringkas Tentang Puasa Ramadhan
  4. Lembar Kegiatan Ramadhan Siswa 1436 H

langitIsra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam yang harus kita ketahui kejadiannya, agar kita dapat mengambil hikmah atau pembelajaran didalamnya. Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan “diberangkatkan oleh Allah SWT’ dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Firman Allah SWT :Al Isra 1

  • Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Isra’ : 1).

An Najm-crop

  • Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. An-Najm:13-18).

Ayat-ayat itu mengisahkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti ‘tumbuhan sidrah yang tak terlampaui’, suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.

-baca selengkapnya->

LOMBA KETERAMPILAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KE-4
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TINGKAT KOTA DEPOK
TAHUN 2015

Marawis 2014

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karena itu sehingga perlu adanya upaya-upaya peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di khususnya SMP. Selain  diberikan melalui kegiatan ekstra kurikuler, juga harus diberikan melalui kegiatan lainnya. Kegiatan ekstra-kurikuler PAI di SMP merupakan intensefikasi pendidikan PAI dalam rangka memberikan tambahan pengetahuan, pemahaman, pengalaman dan keterampilan pada peserta didik, mengingat alokasi waktu untuk pembelajaran PAI di SMP terbatas hanya dua jam pelajaran perminggu. Untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler PAI di SMP, maka perlu suatu kegiatan yang dapat memicu dan memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu bentuk kegiatannya adalah “ Lomba Keterampilan Pendidikan Agama Islam “ ( LKPAI ) 2015. Kegiatan yang diprakasi dan dilaksanakan oleh MGMP PAI SMP Kota Depok ini, ditujukan khususnya bagi siswa/I SMP Negeri/Swasta kelas VII dan VIII dikota depok.

LKPAI SMP bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam rangka mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi sekolah yang bersangkutan. Melalui kegiatan Lomba Keterampilan PAI diharapkan dapat membentuk sikap, mental, sportifitas, kejujuran dan ukhuwah islamiyah antar sesama siswa, sekaligus dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kompetensi dan prestasi peserta didik di bidang PAI.

Untuk ketentuan lomba dapat dilihat dibawah ini !

-baca selengkapnya->

SHALAT GERHANA

gerhana bulanGerhana dalam istilah agama disebut dengan khusuf atau kusuf. Maksudnya adalah hilangnya sebagian cahaya matahari dan bulan atau hilangnya secara keseluruhan cahaya keduanya karena sunnatullah yang menyebabkan langit berwarna gelap atau hitam. Gerhana itu sendiri terdiri dari dua macam gerhana yaitu “gerhana matahari”yang dikenal dengan “kusuf” dan “gerhana bulan” yang dikenal dengan istilah “khusuf”.

A. Hukum Shalat Gerhana

Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana.  Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.2

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”5

B. Waktu Pelaksanaannya

Waktu pelaksanaan shalat gerhana adalah mulai ketika gerhana muncul sampai gerhana tersebut hilang.
Dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).3

-baca selengkapnya->

Berikut kisi-kisi ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, Pendidikan Agama Islam Kelas IX

UASBN 1-cropUASBN 2-cropUntuk lebih jelasnya dalam dilihat …. Kisi Kisi UjianTertulis USBNPAI SMP 2015 ….

Untuk soal latihan dapat dilihat dibawah ini :
  1. UASBN PAI Tahun  2012
  2. UASBN PAI Tahun 2014 
  3. Soal Latihan Paket 1
  4. Soal Latihan Paket 2

Untuk bidang studi lain bisa dilihat ….. disini ….. !