Marhaban Ya Ramadhan-cropMarhaban Ya Ramadhan. Sahrul Mubarakah, Syarul Magfiroh. Alhmadulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Suci, Bulan Ramadhan, bulan agung, bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat manusia. Termasuk bagi mereka yang telah meninggalkan dunia, yang kini berada dialam barzah mereka sangat merindukan bulan mulia ini. Betapa tidak, karena pada bulan ini Allah SWT akan memberikan rahmat, ampunan bahkan jaminan dijauhkan dari api neraka bagi mereka yang mau menjalankan perintah Allah SWT. Dalam suatu riwayat Rasullah SAW bersabda Apabila masuk bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kita sebagai umat Islam sudah seharusnya menyambut datangnya bulan yang agung ini dengan suka cita. Sungguh merugi bagi mereka yang tidak dapat memanfaatkan bulan yang ramadhan yang suci ini.

Didalamnya terdapat terdapat suatu kewajiban, yaitu ibadah puasa ( shaum ) bagi orang yang beriman, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sekaligus sebagai alat dalam rangka membersihkan  diri / hati / jiwa manusia dari perbuatan keji (dosa). Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita sambut dengan hati gembira dan penuh keikhlasan datangnya bulan yang agung tersebut.

Firman Allah SWT :

2 183-crop

  • “Hai orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” ( Q.S. Al Baqarah : 183 )

Shaum atau puasa yang dikehendaki ayat diatas bukan hanya sebatas menahan rasa haus dan lapar, lebih dari itu dengan puasa manusia diharapkan mampu menahan dirinya (nafsunya) dari perbuatan dosa / keji serta dapat meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT. Selain penuh rahmat dan ampunan, bulan ramadhan juga merupakan bulan yang penuh hikmah / kebajikan bagi umat manusia. Dimana pada saat itu amalan ibadah manusia akan Allah SWT lipatkan pahalanya dan diampuni segala dosa. Sehingga kita dapat kembali kepada Allah SWT dalam keadaan fitrah atau suci.

Berikut beberapa artikel seputar ibadah / kegiatan puasa ramadhan, semoga dapat menambah kualitas ibadah puasa kita ditahun ini. Amin.

  1. Keutamaan Bulan Ramadhan
  2. Amalan Sunnah Dibulan Ramadhan
  3. Panduan Ringkas Tentang Puasa Ramadhan
  4. Lembar Kegiatan Ramadhan Siswa 1436 H

langitIsra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam yang harus kita ketahui kejadiannya, agar kita dapat mengambil hikmah atau pembelajaran didalamnya. Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan “diberangkatkan oleh Allah SWT’ dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Firman Allah SWT :Al Isra 1

  • Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Isra’ : 1).

An Najm-crop

  • Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. An-Najm:13-18).

Ayat-ayat itu mengisahkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti ‘tumbuhan sidrah yang tak terlampaui’, suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.

-baca selengkapnya->

Kisi-kisi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, Pendidikan Agama Islam Kelas IX tahun 2015 2016 hampir sama dengan kisi-kisi tahun yang lalu

UASBN 1-cropUASBN 2-cropUntuk lebih jelasnya dalam dilihat …. Kisi Kisi UjianTertulis USBNPAI SMP 2015 ….

Untuk soal latihan dapat dilihat dibawah ini :
  1. UASBN PAI Tahun 2012
  2. UASBN PAI Tahun 2014
  3. Soal Latihan Paket 1
  4. Soal Latihan Paket 2

Untuk bidang studi lain bisa dilihat ….. disini ….. !

Pada hari senin tepatnya tanggal 14 Maret 2016, Dikota Depok akan dilaksanakan kegiatan Ulangan Tengah Semester ( UTS ) Ganjil. Kegitan ini dilaksanakan sebagai sarana evaluasi belajar siswa selama pertengahan semester. Oleh karenanya, diharapkan setiap siswa dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan UTS ini. Kegiatan UTS akan dilaksanakan pada tanggal 14 s.d 18 Maret 2016. Untuk jadwal UTS, bisa dilihat disini.

Jadwal Ulangan Tengah Semester Genap TP. 2015 / 2016

Hari / Tanggal

Waktu

Bidang Studi

Senin,

10.00 – 11.30

Pend. Agama

14 Maret 2016

12.00 – 13.30

P.Kn

Selasa,

10.00 – 11.30

Bhs. Indonesia

15 Maret 2016

12.00 – 13.30

PLH / PJOK

Rabu ,

10.00 – 11.30

Bhs. Inggris

16 Maret 2016

12.00 – 13.30

Pend. Seni Budaya

Kamis,

07.30 – 09.00

Matematika

17 Maret 2016

09.30 – 11.00

TIK / Prakarya

Jum’at,

07.15 – 08.45

I P A

18 Maret 2016

09.15 – 10.45

Bahasa Sunda

Untuk Soal Latihan Pra UTS, Pendidikan Agama Islam bisa dilihat disini :

  1. Soal Latihan Adab Makan dan Minum
  2. Soal Kerja Keras Tekun / Ulet Teliti
  3. Soal Latihan Iman Kepada Rasul Allah
  4. Soal UTS Genap Kelas VII 2014
  5. UTS Genap PAI Kelas 9 2015

valentineHari Valentine atau Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang, yang dirayakan pada tanggal 14 Februari merupakan suatu hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya, khususnya di dunia barat. Banyak versi asal-muasalnya perayaan ini. Salah satunya berawal pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu, Raja Claudius II (268 – 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Lupercalia” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal hari upacara ritual agama Romawi kuno, adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Berikut beberapa pernyataan dari pemikiran mereka sendiri tentang perayaan tersebut.

  1. The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .
  2. Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”. Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid ” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama lainnya. Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam. Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Beberapa alasan diharamkannya valentine bagi orang Islam :

1. Merayakan valentine berarti meniru kebiasaan orang kafir. Dalam islam dilarang meniru perbuatan orang kafir.Firman Allah SWT :

قُلۡ يَـٰٓأَيُّہَا ٱلۡڪَـٰفِرُونَ (١) لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ (٢) وَلَآ أَنتُمۡ عَـٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ (٣) وَلَآ أَنَا۟ عَابِدٌ۬ مَّا عَبَدتُّمۡ (٤)وَلَآ أَنتُمۡ عَـٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ (٥) لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِىَ دِينِ (٦

Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

Sabda Nabi Muhammad SAW :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269]

2. Apabila kita meniru kebiasaan orang kafir, maka kelak dihari kiamat kita akan dibangkitkan bersama mereka. Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi Muhammad SAW : Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

مَا أَعْدَدْتَ لَهَا

“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang tersebut menjawab,

مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَہُودَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَ‌ۘ بَعۡضُہُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ۬‌ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُ ۥ مِنۡہُمۡ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

  • “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (teman dekat kalian); sebagian mereka adalah pemimpin (teman dekat) bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka menjadi pemimpin (teman dekat), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ” ( Q.S. Al-Ma`idah: 51 )

3. Melakukan valentine berarti melakukan zinah. Sebab dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.

Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)

4. Merayakan valentine berarti melakukan pemborosan. Boros adalah perbuatan syetan. Firman Allah SWT :

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim). Wallahu aklam.

Ulangan-cropDalam rangka menguji kemampuan siswa selama 1 semester , Kota Depok akan melaksanakan Ulangan Semester Ganjil. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 7 – 12 Desember 2015.  Melalui ulangan akhir semester ini, diharapkan dapat memberikan gambaran  tentang perkembangan dan kemajuan belajar siswa serta sebagai evaluasi kegiatan pembelajaran guru dan siswa selama 1 semester. Oleh karenanya, diharapkan para siswa dapat mengikuti kegiatan ulangan akhir semester ini dengan sungguh-sungguh sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. Berikut Kisi-kisi dan Soal Latihan Ulangan Pendidikan Agama Islam semester ganjil, baik yang menggunakan kurikulum 2013 dan KTSP. Semoga bermanfaat.

  1. Soal PAI Ulangan Semester Ganjil Kelas 7
  2. Soal PAI Ulangan Semester  Ganjil 8
  3. Soal PAI Ulangan Semester Ganjil Kelas 9
  4. KISI-KISI UUD KLS 9 KTSP 2015
  5. KISI- KISI UUB KLS 7 2015 KTSP
  6. Kisi-kisi UUB PAI KTSP KLS 8
  7. KISI-KISI UUB KLS 7 KUR 2013 2015
  8. KISI -KISI UUB Kls 8 KUR 2013 2015
  9. KISI -KISI UUB KLS 9 KURTILAS 2015

 

muharram 1Tahun baru Hijriyah merupakan salah satu momentum bersejarah bagi umat Islam, karena hal tersebut dapat mengingatkan kita bahwa tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Menyadari hakikat tahun baru Hijriyah, umat Islam sebagai umat terbaik dan sepatutnya menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain haruslah mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, agar dapat membedakan dengan cara dan adat kaum lain. Bulan Muharam adalah bulan yang sangat agung, di dalamnya terkandung makna dan keutamaan hakiki dalam rangka proses pembentukan pribadi-pribadi muslim. Atas dasar itulah Rohis SMPN 14 Depok mencoba untuk merevitalisasi kembali kaidah-kaidah dan esensitas Muharam dalam proses pembentukan keperibadian Muslim, melalui sebuah kegiatan keagamaan yang dapat menambah pengetahuan siswa khususnya dalam bidang keagamaan. Kegiatan ini dinamakan ” Pekan Muharram 1437 H” .  Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Dalam tahun ini bentuk kegiatannya berupa lomba keterampilan Pendidikan Agama Islam, yang meliputi :

  1. Lomba Kaligrafi
  2. Lomba Baca Al Quran
  3. Lomba Hafal Al Qur’an ( Juz ke 30 )
  4. Lomba Cerdas Cermat
  5. Lomba Pidato / Kultum

Untuk foto kegiatan diatas bisa dilihat  ….. disini …….